اللهم اجعل في قلبي نورا ، وفي سمعي نورا ، وفي بصري نورا ، وعن يميني نورا ، وعن شمالي نورا ، ومن بين يدي نورا ، ومن خلفي نورا ، ومن فوقي نورا ، ومن تحتي نورا ، واجعل لي نورا ، وأعظم لي نوراSelamat Datang Ke Suara Rakyat FM بِسْمِ اللَّهِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ أَصْـبَحْنا وَأَصْـبَحَ المُـلْكُ لله وَالحَمدُ لله ، لا إلهَ إلاّ اللّهُ وَحدَهُ لا شَريكَ لهُ، لهُ المُـلكُ ولهُ الحَمْـد، وهُوَ على كلّ شَيءٍ قدير ، رَبِّ أسْـأَلُـكَ خَـيرَ ما في هـذا اليوم وَخَـيرَ ما بَعْـدَه ، وَأَعـوذُ بِكَ مِنْ شَـرِّ هـذا اليوم وَشَرِّ ما بَعْـدَه، رَبِّ أَعـوذُبِكَ مِنَ الْكَسَـلِ وَسـوءِ الْكِـبَر ، رَبِّ أَعـوذُبِكَ مِنْ عَـذابٍ في النّـارِ وَعَـذابٍ في القَـبْر ...بِسْمِ اللَّهِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Monday, December 22, 2014

John Cantlie : Andai Aku Presiden AS Saat Ini


John Cantlie : Andai Aku Presiden AS Saat Ini 1

Abu Nayla untuk Al-Mustaqbal Channel

Apa jadinya jika John Cantlie, tawanan Daulah Khilafah asal Inggris, menjadi Presiden AS saat ini? Demikian salah satu artikel menarik yang terdapat di Majalah DABIQ Edisi 5. Berikut lengkapnya sebagaimana yang telah diterjemahkan oleh Usdulwagho, semoga bermanfaat!

…Andai aku presiden AS hari ini, aku mungkin akan mematikan ponselku, mengunci pintu kantor oval, dan pergi bermain golf sebagai gantinya. Perang terhadap Daulah Islam tidak akan aku rencanakan sama sekali.


Jika ada yang bersinar, misalnya emas 24-karat, tentu tidak jadi alasan bagus untuk mengingkari janjimu sendiri dan menyatakan perang lain di Timur Tengah, hingga kita menyaksikan hal itu sekarang. $ 424.000.000 dolar adalah harga dari serangan udara atas Irak dan Suriah yang telah di-lakukan yang hasilnya tidak lebih dari ekspansi yang semakin meluas dan bersatunya Daulah Islam di kedua negara, sedangkan bendera hitam tauhid sekarang berkibar di ufuk dari Libya, Yaman, Sinai, dan di tempat lainnya, sebuah pertumbuhan yang sangat cepat Daulah Islam di luar negeri.

Ini benar-benar hal terakhir yang Tim Obama dan sekutunya telah diperingatkan, setelah menabuh genderang perang koalisinya dan berangkat ke medan perang untuk membuat negara mereka menjadi lebih aman, atau, binasa ketika mereka berada di kesombongan mereka sendiri dan keti-dakmampuan untuk mempelajari pelajaran masa lalu, bahkan itu yang diharapkan.

Banyak ketakutan para pemimpin politik Barat, Daulah Islam kini benar-benar bergerak dengan momentum besar. Sebagai kelompok yang menik-mati kesuksesan, ia menarik lebih banyak lagi ke barisannya, sehingga menyebabkan ekspansi dan berkembang biak lebih banyak hingga mencapai semacam kritis massa, titik di mana ia menjadi mengekalkan diri, mandiri. Dan untuk saat ini, pembicaraan tentang Daulah Islam tidak hanya tentang ekspansinya ke negara-negara Arab dari Timur Tengah, namun jangkauannya hingga ke tanah air dan ruang keluarga dari orang-orang biasa yang hidup ribuan mil jauhnya di kota-kota barat dan pinggiran kota. Daulah Islam kini telah menjadi pemain global.

Demikianlah Syaikh Abu Muhammad al-‘Adnānī menyeru umat Islam untuk bertindak di mana pun mereka berada, untuk bangkit dan melawan musuh-musuh Daulah Islam, yang seruan ini mem-bawa reaksi hampir instan dari seluruh dunia.

“Jangan biarkan pertempuran ini berlalu begitu saja di mana pun kalian bisa” perintah Syekh.
“Kalian harus menyerang tentara, pendukungnya, dan pasukan taghut tersebut. Men-yerang polisi mereka, keamanan, dan anggota intelijen. Jika Anda dapat membunuh kafir Amerika atau Eropa – terutama si dengki dan kotor Perancis – atau Australia, atau Kanada, atau setiap kafir lainnya dari orang-orang kafir yang melancarkan perang melawan Daulah Islam, maka bertawakkallah kepada Allah, lalu bunuhlah dengan cara apapun yang bisa dilakukan.”

Dan tidak lama, hanya beberapa hari ke-mudian, kekacauan meletus di seluruh dunia.
Di Australia, Numan Haider menikam dua polisi antiteror. Di Kanada, seorang tentara ditembak dan dibunuh di depan memorial perang di Ottawa oleh Michael Zehaf Bibeau – 32 tahun pada tanggal 22 Oktober, yang kemudian masuk ke gedung parlemen Kanada mencari target lain sebelum dirinya ditembak dan dibunuh oleh polisi.

Pada minggu yang sama dua tentara di-tabrak lari di Quebec oleh Martin Couture- Rouleau dan New York, Zale Thompson menyerang empat polisi di Queens dengan kapak, saat serangan biadab nya tertangkap CCTV kamera dan tersebar ke semua rumah-rumah penduduk di seluruh Amerika.
Semua serangan ini adalah efek langsung dari seruan Syaikh untuk beraksi, mereka telah meneliti apa saja yang mudah terbakar dan mematikan yang mendesis tepat di bawah permukaan setiap negara barat, menunggu meledak ke dalam tindakan kekerasan setiap saat pada kondisi yang tepat. Tiba-tiba para mujahidin Daulah Islam itu tidak seberapa esoteris dengan konsep pertempuran di negara yang tidak dikenal atau tidak dipedulikan, kini mereka berada di ambang pintu jutaan orang yang tinggal di beberapa kota terbesar, kota-kota modern di dunia barat. Serangan ini sebagai dakwaan memberatkan atas kebijakan lanjutan Amerika karena ikut campur negara lain.

Semuanya, Amerika Serikat dan sekutu yang telah berjuang dalam “perang melawan teror,” dulu mengata-kan “jika kita tidak melawan mereka di sana kita harus melawan mereka di sini” masuk akal, hanya dalam satu minggu terbukti telah benar-benar gagal.

“Terlatih dan diasah dalam pertempuran, pejuang ini bisa mencoba untuk kembali ke negara asal mereka dan melakukan serangan mematikan”, Obama memperingatkan kepada bangsanya dalam pidato tanggal 10 September. Tapi apa yang tidak ia perkirakan adalah ternyata warganya sendiri mengambil senjata dan menyerang polisinya tanpa pelatihan atau pengalaman tempur apapun.
Bagian media dengan cepat akan menyebut para penyerang tunggal ini sebagai “penyendiri yang terganggu,” seseorang yang hanya mencari alasan untuk melakukan kekerasan kriminal di kampung halaman mereka.

Tapi kenyataan yang terjadi sebenarnya jauh lebih dalam daripada ini. Ini adalah salah satu hal yang bagi seorang individu akan berpikir ulang bagaimana menyerang atau membunuh pria lain. Hal ini terjadi setiap hari dan pikiran tersebut tidak sedikit atau bahkan mengkhawatirkan. Tapi untuk benar-benar melangkahkan kaki dan melakukannya atas perintah orang yang mereka tidak pernah bertemu, tidak pernah melihat, berjuang di negara beberapa ribu mil jauhnya yang bahkan tidak berbicara bahasa mereka, menunjukkan kekuatan yang tak terbantahkan akan kekuatan jihad. Terlepas dari status sosial mereka, terlepas dari siapa orang-orang ini yang telah melakukan tindakan ini atau berapa lama mereka telah menjadi Muslim, hal ini menunjukkan besarnya kekuatan ayunan jihad atas mereka yang memilih untuk mulai menapakinya.

Arti penting dari serangan ini dan lainnya adalah besar dan tidak bisa dianggap remeh. Hanya dengan menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk bangkit mengangkat senjata, Syaikh telah melancarkan serangan di Kanada, Amerika, dan Australia (tiga negara ini disebutkan dalam pidatonya) dengan tidak lebih daripada kata-kata dan keyakinan bersama dalam ibadah jihad.
Seorang jenderal pada tentara konvensional tidak mungkin berharap untuk memiliki kekuatan atas laki-laki yang belum pernah bertemu di sisi lain dari dunia, me-merintahkan mereka untuk menyerang dan yang mungkin saja dapat terbunuh, bahkan jika ia menawarkan uang kepada mereka! Petugas NYPD di New York beruntung mereka diserang dengan kapak dan tidak dengan pistol, jika tidak hasilnya bisa saja lebih serius.

Dan jumlah Muslim yang mengangkat senjata atas nama jihad di bawah panji-panji Daulah Islam semakin bertambah, dan mereka tumbuh dengan cepat. Menurut media Barat, Daulah Islam sekarang memiliki lebih dari 35.000 pejuang. Cengkeramannya kini telah menyebar di seluruh Afrika Utara ke Libya dan Aljazair, di Yaman dan hingga Semenanjung Arab di mana kaum Syiah dan rezim sekarang sedang diserang oleh mujahidin yang setia kepada Daulah Islam.

Jika jumlahnya hanya terbatas seperti itu, mengapa Jordan gemetar di sepatunya dan mengapa Turki menggigil setelah mendengar nama Daulah Islam? Dan jika jumlah tersebut sangat tidak signifikan, mengapa sekarang terjadi serangan di daratan benua Amerika Utara oleh pejuang Jihad yang tidak pernah meninggalkan negara asal mereka, bahkan tidak berbicara bahasa Arab?

Aku sudah mengutip terlalu sering di masa lalu tapi aku berharap dia akan memaafkan aku jika aku meraih kotak Michael Scheuer untuk mengutip sekali lagi. Dalam teks yang diterbitkan pada tanggal 2 September ia berkomentar, “Kita terlalu jauh melewati dalam menghadapi teroris. Sebalik-nya, kita berada di tengah-tengah pertempuran pemberontakan internasional, dan kita berada di jalan menuju perang dunia di mana Amerika Serikat harus berjuang di rumah dan di luar negeri jika status quo kebijakan luar negeri ini tetap dipertahankan.”

Boom! Dan terjadilah, seperti yang diprediksi Michael. Didorong oleh intervensi Amerika yang terus-menerus, lingkup pengaruh Daulah Islam telah meluas hingga pada tingkat mereka sekarang dapat memberi perintah penyerangan di tanah AS oleh orang asing melalui kata saja. Sebuah pemberontakan internasional. Ini adalah skenario mimpi buruk bagi pemerintah, satu triliun telah mereka habiskan untuk mencoba menghindarinya, tetapi, ironisnya, ini dipicu oleh campur tangan mereka terus menerus dalam urusan dunia Muslim.

Dari pengalamanku sendiri di sini, pemerintah kita terlalu menyendiri, sombong, dan konvensional dalam cara mereka berpikir untuk mendapat ide bagaimana cara menghadapi suatu ancaman global. Mereka hanya terus melakukan apa yang mereka sudah lakukan selama dua dekade terakhir, padahal secara bertahap telah membuat situasi lebih buruk dan buruk. Intervensi di Irak hari ini (seperti yang sekarang) sedikit berbeda dengan yang sebelumnya kecuali dalam hal kedok, dan beberapa point di masa depan, perwakilan pasukan darat bukan orang-orang Amerika, karena bagi orang-orang di Amerika Serikat, mereka tidak peduli berapa banyak sekutu mereka mati. Dan hingga mereka bisa bertindak bersama-sama, Peshmerga akan menanggung beban sekarat dan mereka hanya memasok dari udara dan beberapa Pasukan khusus membantu di darat.

Pemerintah seperti robot yang terjebak pada lingkaran, terus melakukan urutan yang salah meskipun instruksi diulang oleh tuannya secara terbalik.
Master kepada robot: “Kau harus menemukan cara yang berbeda untuk mengatasi ba-haya, mujahidin terlihat di sebelah barat.” Robot; “Tidak bisa … menghitung …”. Master; “Aksi mili-ter tidak berhasil, bagaimana dengan negosiasi?” robot; “Harus … mematuhi … pemrograman …”. master; “Semua yang kau lakukan sejak 9/11 hanya membuat keadaan kita lebih bahaya, tidak lebih”. Robot; “Zzzzz … sintaks … error …”

Tentu saja, Robo-Obama tidak mendengarkan suara alasan dan dengan demikian ia memprogram dirinya sendiri dengan data lama yang sama-sama rusak, sehingga membuat kesalahan yang sama berulang-ulang. James Comey pada bulan September menggambarkan mujahidin Daulah Islam sebagai “biadab” (contoh klasik dari kesom-bongan dan cara berpikir konvensionalis yang tidak akan menghasilkan kemajuan apa-apa), sementara Nick Paton-Walsh menggambarkan di CNN tentang taktik Daulah Islam sebagai “canggih menakutkan,” yang merupakan komentar yang jauh lebih berpendidikan dan mendekati kebenaran, hanya Nick cuma seorang wartawan semen-tara James Comey adalah direktur FBI.

Jika aku presiden AS saat ini – dan kalau boleh ku-katakan, aku sangat senang ternyata aku bukan – aku akan terkejut pada kekacauan yang bertiup di wajahku. Menghirup dalam perang yang aku klaim sudah berakhir, membuat sekutu dengan tiran paling keji di Timur Tengah, membuat Negara ku dan kepresidenan ke kancah konflik sementara wargaku sendiri bangkit melawan ku dalam menanggapi seruan Daulah Islam, sudah setengah jalan yang secara ajaib satu miliar dolar telah dihabiskan dan musuh tampaknya justru melompat dari kuat menjadi lebih kuat. Dan bukan hanya itu, mereka benar-benar memperluas pengaruh dan wilayah mereka ke negara-negara lain yang sudah kubangun basis militer dan berkomitmen untuk memberi miliaran dolar demi menghentikan mereka melakukan hal itu.


Dalam menghadapi seperti kecelakaan kereta api, aku harus mengatakan bahwa 18 lubang di sekitar Martha’s Vineyard adalah alternatif yang jauh lebih masuk akal. Dan begitu jelasnya peristiwa sekarang ini, mungkin lebih konstruktif juga.

No comments:

Post a Comment